Ghawat, Indonesia Darurat Narkoba !

0
31

Menyikapi kondisi ini, DPA-WBI BPH GBI menggelar TFT [Training for Trainers] Satgas Anti Narkoba di Graha Bethel, Jakarta [Selasa, 13/8].Nara sumber adalah Irjen. Pol. Drs. Arman Depari, Deputy Bidang Pemberantasan BNN [kanan].

Mengawali acara, Ketua DPA BPH GBI, Pdt.Joel Manalu, MTh mengatakan bahwa saat ini Indonesia berada dalam kondisi darurat narkoba. Pihaknya akan merintis pendirian panti rehab korban narkoba di Manokwari, Papua.

Para peserta terdiri berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya, Sorong [Papua], Jambi, Bandung dan kota-kota lainnya. “Gereja lokal GBI kelak bisa jadi wadah konseling yang nantinya nge-link ke BNN,” pungkasnya.

Selanjutnya, Ketua Umum BPH GBI [Pdt. Dr. Japarlin Marbun, tengah] dalam sambutan singkatnya mengatakan bahwa gereja-gereja [GBI] musti kerja-sama dengan lembaga-lembaga lain seperti BNN [pencegahan penyalahgunaan obat-obat terlarang].

“Tepat saat ini jika digelar TFT Satgas Anti Narkoba ini, mengingat GBI melayani di seluruh propinsi di Indonesia. Kami perlu keterampilan untuk menangani masalah-masalah narkoba. GBI punya sekolah-sekolah dari TK, SD sampai SMA,” ujarnya.

Ketum BPH GBI menambahkan bahwa GBI membutuhkan pencegahan, penanganan lebih lanjut anti narkoba. DPA dan WBI GBI mempunyai gagasan untuk gelar TFT untuk mencegah bahaya narkoba ini terhadap generasi muda.

Pdt. Jeffry Tambayong dengan GMDN bergerak melayani di bidang pencegahan narkoba ini, ia juga hamba Tuhan GBI. Selain itu, nara sumber lainnya yakni Pdt. Dodi Ramosta Sitepu, S.Th pengurus pusat DPA GBI.

Diakhir sambutannya, Ketum BPH menyampaikan pesan Presiden Jokowi ketika mengundang Ketum BPH GBI ke Istana Negara beberapa waktu lalu yakni agar GBI berperan serta untuk pembangunan bangsa, termasuk masalah-masalah sosial.

“Kami ada Tagana yang terjun di Lombok untuk membantu korban gempa bumi di sana. Keikut-sertaan GBI dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara dengan tujuan turut serta membangun bangsa,” pungkasnya.Sesi berikutnya yakni pemaparan oleh nara sumber pertama, Irjen. Pol. Drs. Arman Depari, Deputy Bidang Pemberantasan BNN.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here