Hidup Dalam Tatanan Allah

0
60

Settingan Allah dalam  mencIpta manusIa memiliki rencana yang jelas yakni sesuai dengan gambar dan rupa-Nya. Tidak lupa Allah menyertakan buku petunjuk  yang tepat bagaimana manusia harus menjalani  sebuah kehidupan. Seperti  barang elektronik  harus disertai penunjuk penggunaannya demikian manusia harus menggunakan Alkitab sebagai buku petunjuknya  jika mau hidup dalam tatanannya Allah  yang menciptakan kehidupan.

Tetapi  banyak orang sekarang sudah di remote control oleh keadaan serta dikendalikan oleh hawa nafsu. Petunjuk yang dimiliki  adalah petunjuk dari buku panduan iblis yang membuat manusia menjadi liar. Bukan sekedar egois tetapi lebih dari itu memangsa sesama, membuli, menghancurkan, dan membinasakan (Yoh. 10:10a).Orang-orang yang duduk di bangku gereja telah mengabaikan Alkitabnya, sehingga mereka tidak lagi hidup dalam tuntunan yang ada di dalam-Nya.

Allah tidak akan mau hadir untuk mereka yang melecehkan kebenaran (Ams.13:13). Perkataan-Nya yang bisa dilihat, dibawa kemana-mana saja diabaikan bagaimana orang-orang ini mau mengharapkan Allah  berbicara dari sorga ?. Pesan-Nya sudah jelas, tertulis, tidak sulit dan menggunakan bahasa yang bisa dimengerti, namun dibaca saja tidak pernah. Dengan seribu satu alasan orang- orang tidak mau membaca dan merenungkan  Firman.

Akibatnya jelas mereka “kuper” dalam tatanan Ilahi, dan keterbelakangan mental dalam hal-hal spiritual.Tidak peduli bertahun-tahun mereka beribadah, ikut pelayanan, berbahasa roh dan masih segudang karunia namun tetap minus dalam karakter kehidupan, gampang ngambek jika kurang perhatian,  terlalu baper (bawa perasaan) dan akibatnya caper (cari perhatian).

Mengapa demikian ?, karena keadaan spiritual yang defisit. Semua berawal dari tidak adanya deposit kebenaran di dalam hati, Daud sendiri mengatakan dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku “Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan” (Amsal 13:13).

Jangan berdosa terhadap Engkau (Maz. 119:11). Yang  menjadi per tanyaan seberapa   banyak Raja Daud penulis Mazmur ini menyimpan kebenaran dalam hatinya ?. Alkitab tidak memberikan  data berapa banyak dengan ukuran kilogram namun Daud sangat mencintai janji-janji Tuhan (Maz. 119:140).Apakah kita masih bergelora membaca Alkitab dan rasa-rasanya tidak ingin kehilangan kebenaran ?.

Untuk itu Yesus sendiri mengatakan bahwa yang terdahulu akan menjadi terakhir dan yang terakhir akan menjadi terdahulu (Mat. 20:16). Tuhan tidak peduli apa yang menjadi kelakuan kita dimasa yang lalu, bagi-Nya sudah tutup buku namun Ia melihat bagaimana kita hidup sekarang, apakah masih ada stock kebenaran dalam hidup kita.

Untuk mendapati  diri kita berada di areanya Tuhan maka harus dipahami apa yang Yesus ucapkan: “Jika kamu tinggal di dalam Aku dan Firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya” (Yoh. 15:7).Biarkan kita di tuntun firman yang tinggal di dalam bukan di luar sehingga kebenaran itu yang menuntun dan memperbaiki hidup kita (Maz. 119:105).

Bila petunjuk  yang Allah beri telah menjadi gaya hidup kita maka secara otomatis  Allah disukakan, karena orang-orang yang menggunakan Alkitab sebagai kompas kehidupannya akan membawa dirinya kepada Allah, maka secara otomatis tatanan Allah akan terjadi dalam hidup kita. Tuntunan roh kudus tidak mungkin keluar dari jalur kebenaran, bahkan akan memberikan porsi seutuhnya. [Sumber : R.A.B-Pdt. Timotius Bakti Sarono/Foto : Istimewa].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here