Pelayanan Tersembunyi

0
98

epada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, karena kamu juga turut membantu mendoakan kami. —2 Korintus 1:10-11

Pelayanan Tersembunyi

Sebuah proyek akademis yang besar sedang membebani saya, dan saya merasa resah apakah mampu menyelesaikannya sesuai tenggat. Di tengah kegalauan tersebut, saya menerima tiga pesan dari kawan-kawan yang berusaha menyemangati saya. Masing-masing dari mereka mengatakan, “Saat aku berdoa hari ini, Allah mengingatkanku padamu.” Saya merasa terharu sekaligus dikuatkan karena kawan-kawan tersebut telah menghubungi saya tanpa tahu apa yang sedang saya alami, dan saya percaya Allah telah memakai mereka sebagai utusan kasih dari-Nya.

Rasul Paulus tahu tentang kuasa doa ketika ia menulis surat kepada jemaat di Korintus. Ia menyatakan keyakinannya kepada Allah, yakni bahwa Dia akan terus menyelamatkan mereka dari mara bahaya “karena kamu juga turut membantu mendoakan kami” (2Kor. 1:10-11). Lalu, ketika Allah menjawab doa-doa mereka, Dia akan dimuliakan ketika banyak orang mengucap syukur kepada-Nya atas “karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka” (ay.11).

Kawan-kawan saya dan para pendukung pelayanan Rasul Paulus sama-sama melayani dengan cara berdoa syafaat, sesuatu yang disebut Oswald Chambers sebagai “pelayanan tersembunyi yang menghasilkan buah dan yang melaluinya Allah Bapa dimuliakan”. Ketika kita mengarahkan segenap pikiran dan hati kepada Yesus, kita akan melihat Dia membentuk kita, termasuk dalam cara kita berdoa. Dia memampukan kita untuk mengaruniakan doa-doa yang tulus kepada kawan-kawan, anggota keluarga, dan orang-orang yang tidak kita kenal sekalipun.

Adakah seseorang yang Allah taruh dalam hati dan pikiranmu untuk kamu doakan? —Amy Boucher Pye

Allah mendengar doa-doa umat-Nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here